Logo
Logo
Login Guru
Username:
Password:

Chat Box

StephenEdurf03-12-2019
hi there I have just checked %domain% for the ranking keywords and to see your SEO metrics and found that you website could use a boost. We will improve
ThomasAnderson30-11-2019
Hello I invite you to my team, I work with the administrators of the company directly. - GUARANTEED high interest on Deposit rates - instant automatic pay
Busterinsit18-11-2019
Take part in the survey from TELEGRAM and get money from sponsors https://online2019.com/
Admin09-05-2019
@imronMaulana : sudah dimulai sejak bulan April 2019 sampai 31 Mei 2019 untuk gelombang 1, gelombang 2 akan dimulai tgl 1 Juni 2019 sampai dengan 28 Juni 2019
imron maulana01-04-2019
hallo Bapak/Ibu guru SMA N 1 Karangkobar, saya mau bertanya untuk pendaftaran siswa baru di buka mulai kapan nggih?
Faozan12-02-2019
perlu peningkatan prestasi. semangat terus untuk bapak dan ibu Guru. Terima Kasih atas ilmu yang diberikan.
Diena22-12-2017
Halo.. semua.... Tambah sukses!
Syauqi11-12-2017
Halo teman2
Admin18-10-2017
SMA N 1 Karangkobar semakin berkibar...
ZARIFA MYIESHA DZIKRI09-02-2017
Halo, semangat
Adi21-11-2016
Semangat belajarnya teman-teman
agus09-11-2016
sukses selalu untuk SMA N 1 Karangkobar
Indra03-11-2016
selamat pagi bapak ibu guru
Kode Captcha:
Mendikbud: Pendidikan Harus Ajarkan Peduli Lingkungan

Kualitas lingkungan hidup memengaruhi tingkat pendidikan suatu negara dan sebaliknya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan lingkungan ialah hal mendasar dalam hidup yang berkaitan dengan pendidikan suatu negara.

Anies menyebut konflik yang terjadi di Suriah dan Afrika sebagai contoh nyata atas dampak dari pengelolaan sumber daya yang tidak benar. Akibat hal itu, proses pendidikan di kedua negara terganggu. 

"Pengelolaan tidak selalu dijalankan secara benar. Konflik berkepanjangan seperti di Afrika itu justru sumbernya karena lingkungan hidup. Faktor lingkungan menjadi sangat mendasar. Presiden ungkapkan hal yang sama saat pidato perubahan iklim di Paris," kata Anies dalam National Academic Meeting Pendidikan Hijau: Peluang dan Tantangan di Universitas Janabadra, Yogyakarta, Kamis, 3 Desember 2015.

Anies mengatakan masalah lingkungan kini menjadi masalah global. Berkaca pada pandangan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara, Anies menyatakan sistem pendidikan tidak boleh hanya berfokus di lingkungan sekolah. Pendidikan justru harus menyertakan lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai bagian sistem pendidikan.  
"Ki Hadjar sudah mencontohkan cara mendidik yang juga sudah dilakukan banyak negara dan terbukti sukses. Bahkan, buku itu sudah ditulis sejak 80 tahun lalu," ungkap Anies.

Berangkat dari kesadaran itu, sejumlah 3 universitas dan 5 lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendirikan Konsorsium Hijau. Konsorsium mengemban kampanye gerakan hijau di Indonesia. Ketua Konsorsium Hijau Maryatmo menyatakan kampanye itu penting seiring dengan kerusakan lingkungan yang semakin merajalela. 

Dia menyatakan perlu adanya perubahan pola pikir masyarakat tentang pengelolaan lingkungan yang harus dimulai dari sekolah tingkat dasar. Jika konsisten dilakukan, perubahan paradigma bisa terjadi dan diteruskan ke generasi selanjutnya.

"Paradigma yang baru yang diperjuangkan manusia dan lingkungan nerupakan satu kesatuan. Manusia tidak bisa sejahtera tanpa didukung lingkungan. Gerakan paling efektif adalah paradigma atau cara berpikir saat anak-anak kita masih di sekolah dasar," ujar Maryatmo.